Kebahasaan Kelas 7

SMP Kelas VII

Isi :

  1. 1.       Menggunakan partikel –lah,-kah dan menggunakan kombinasi pe-an
  2. 2.       Menggunakan Imbuhan ber-
  3. 3.       Bentuk Konfiks ke-an atau Imbuhan ke-an
  4. 4.       Kata seru
  5. 5.       Menggunakan Kata Ganti Orang dalam Kalimat
  6. 6.       Menggunakan Kata Penghubung atau Kata Depan
  7. 7.       Membedakan Kalimat Baku dan Tidak Baku
  8. 8.       Kata Ulang
  9. 9.       Kata Sandang
  10. 10.   Bercerita dengan Baik
  11. 11.   Menceritakan Tokoh Idola
  12. 12.   Mengetahui pokok-pokok berita dengan mudah
  13. 13.   Memilih Pengalaman yang Berkesan
  14. 14.   Mempersiapkan Pokok Pengalaman atau Isi Pembicaraan

Menggunakan partikel -lah, -kah secara tepat dan menggunakan bentuk kombinasi pe-an

Dalam berkomunikasi, tentu kamu pernah menanyakan sesuatu, menyampaikan sesuatu atau bahkan menyuruh orang lain, seperti teman, kakak, atau adik. Pernahkah kamu menyadari bahwa kalimat yang kamu sampaikan menggunakan partikel -lah, – kah.

Amatilah dan kenalilah partikel yang digunakan dalam kalimat di bawah ini!

1. Akulah yang menggambar semua.

2. Waktu itulah aku sedang tidak di rumah.

3. Maju teruslah menuju ke rumah kepala kampung.

Dari contoh kalimat tersebut, partikel -lah dipakai untuk menegaskan bagian kalimat yang mendapat tekanan keras karena dipentingkan. Selain untuk menegaskan bagian kalimat, partikel -lah juga dipakai untuk  menghaluskan permintaan dan menguatkan perintah. Untuk menghaluskan permintaan, contohnya,

1. Pergilah cepat sebelum malam tiba!

2. Lihatlah semua kebaikan yang dia lakukan!

3. Apalah yang harus aku lakukan?

Untuk menguatkan perintah perhatikan contoh berikut!

1. Pergilah cepat! Sebelum aku marah!

2. Tangkaplah tikus itu sekarang juga!

3. Carilah jarum itu sampai ketemu!

Partikel -kah dipakai dalam kalimat tanya untuk menegaskan bagian atau kelompok kata yang dipentingkan.

Contoh:

1. Dapatkah engkau datang besok?

Jawab: dapat atau tidak dapat

2. Mungkinkah engkau datang lagi?

Jawab: mungkin atau tidak mungkin.

3. Akukah yang dipersoalkan?

Jawab: aku atau orang lain.

Setelah kamu mempelajari penggunaan partikel -lah, -kah dalam contoh tersebut, tentu kamu telah memahami penggunaan partikel -lah, -kah secara tepat.

Bentuk Kombinasi pe-an

Bentuk pe-, terdapat bentuk kombinasi (konfiks) pe-an, misalnya, penutupan, penanggulangan, pengerahan, pengawal. Konfiks pe-an berfungsi sebagai pembentuk kata benda.

Menggunakan Imbuhan ber-

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

1. Dia bertekad untuk menyelesaikan sekolah.

2. Ocha dan Oche sudah bersahabat dari kecil.

3. Kami pertama kali bertemu di Kota Solo.

4. Setiap orang yang bersalah harus dihukum.

5. Hanya dengan berpasrah kepada Tuhan hidup kita damai.

A. Kata Dasar Bentuk ber-

1. Menurut jenis katanya, dapat berupa sebagai berikut.

a. Kata benda, misalnya, telur bertelur; anak beranak; sahabat bersahabat

b. Kata kerja, misalnya, kerja bekerja; ganti berganti; lari berlari.

c. Kata keadaan, misalnya, sama bersama; pasrah berpasrah; sedih bersedih.

d. Kata keterangan, misalnya, hati-hati berhati-hati; ramai-ramai beramairamai.

e. Kata bilangan, misalnya, dua berdua; lima berlima.

f. Kata ganti, misalnya, aku beraku; engkau berengkau

2. Menurut bentuknya, dapat berupa sebagai berikut.

a. Kata asal, misalnya, satu bersatu; bahagia berbahagia

b. Kata bersambung, misalnya, kesusahan berkesusahan; kenalan berkenalan.

c. Kata majemuk, misalnya, kembang biak berkembang biak; temu pandang bertemu pandang

d. Kata ulang, misalnya, samasama bersamasama; hati-hati berhati-hati

e. Kelompok kata, misalnya, tanam anggrek putih bertanam anggrek putih; kebun kopi berkebun kopi.

B. Arti Bentuk ber-

1. Jika kata dasarnya berupa kata kerja

a. Dalam keadaan sedang melakukan pekerjaan, contohnya: berkumpul = dalam keadaan kumpul; berbicara = dalam keadaan bicara.

b. Dalam keadaan dikenai pekerjaan, contohnya: dibawanya kain berlipat; gayung bersambut.

c. Menyatakan perbuatan berbalik kepada pelaku, contohnya: berlari = melarikan diri; bercukur = mencukur diri; berhias = menghias diri.

d. Menyatakan perbuatan berbalasan, contohnya: bertinju = saling tinju; berikrar = saling mengucap ikrar.

2. Jika kata dasarnya kata keadaan

a. Dalam keadaan, misalnya, bersuka cita = dalam keadaan sukacita; bermalas = dalam keadaan malas.

b. Berusaha agar dalam keadaan, misalnya, bersiap = berusaha agar dalam keadaan siap.

c. Menjadi, misalnya, bertambah = menjadi tambah; berbaik hati = menjadi baik hati.

3. Jika kata dasarnya kata benda

a. Mempunyai, contoh: bermimpi = mempunyai mimpi; berkesempatan = mempunyai kesempatan.

b. Mengusahakan, contoh: bersawah = mengusahakan sawah; berkebun = mengusahakan kebun.

c. Memakai (mengenakan, mempergunakan, mengendarai, atau naik), contoh: berpakaian = mengenakan pakaian; bermotor = mengendarai motor.

d. Mencari atau mengumpulkan, contoh: berkayu = mengumpulkan kayu.

e. Menyebut atau memanggil, contoh: saya berteman saja dengan dia = memanggil teman.

f. Bekerja sebagai atau berlaku seperti, contoh: berkuli = bekerja sebagai kuli.

Bentuk Konfiks ke-an atau Imbuhan ke-an

Imbuhan ke-an berfungsi untuk membentuk kata benda, membentuk kata kerja pasif, dan pembentukan kata keadaan atau sifat. Di bawah ini makna kata yang dibentuk dengan imbuhan ke-an.

  1. 1.       Menyatakan tempat (sebagai pembentuk kata benda)

Contoh: kepulauan, karesidenan, kerajaan, kedutaan, dan sebagainya.

Sebagai pembentuk kata benda abstrak

Contoh: kesehatan, kemakmuran, keindahan, kepandaian, kepercayaan, kebenaran, kebodohan, kebersihan, dan sebagainya.

2. Sebagai pembentuk kata keadaan atau sifat

Contoh: keserakahan, kegirangan, kebingungan, ketamakan, ketakutan, kebirubiruan, kehijau-hijauan, dan sebagainya.

3. Sebagai pembentuk kata kerja pasif

Contoh: kelihatan, kedengaran, kepergian, kedatangan, kehujanan, dan sebagainya

Perhatikan contoh di bawah ini!

a. Bukit itu bisa melipatgandakan kekayaan kaya adalah kata keadaan.

b. Keserakahan akan menghancurkanmu → serakah adalah kata sifat.

c. Ketamakan dan rasa puas akan menghancurkanmu → tamak adalah kata sifat.

d. Dari kejauhan datang dengan gagahnya → jauh adalah kata keadaan.

e. Merak meninggalkan keramaian pesta → ramai adalah kata keadaan.

f. Lalu merak menceritakan maksud kedatangannya datang adalah kata kerja.

Kata seru

Kata seru yang dipakai dalam suatu kalimat menambah jelas maksud kalimat.

Kata seru yang menyatakan rasa hati

1. Kata seru yang menyatakan rasa heran

Contoh:

a. Oh, Nyonya! Kendi ini terbuat dari emas!

b. Aduh, indahnya tanduk itu!

2. Kata seru biasa

Contoh:

a. Barang bagus! Barang bagus!

b. Kendi ini tidak bagus!

3. Kata seru yang menyatakan sakit

Contoh:

Aduh! Kakiku sakit.

4. Kata seru yang menyatakan rasa kesal

 

Contoh:

a. Pergi sana! Jangan dekat-dekat!

b. Ini jalanku! Aku yang lebih dulu berada di sini!

5. Kata seru yang menyatakan minta perhatian

Contoh:

a. Oh, Nenek! Maukah Nenek membelikanku sesuatu?

b. Oh, itu di sana! Lihatlah!

Menggunakan Kata Acuan, Kata Sapaan, dan Kata Gelar

Perhatikan kalimat berikut!

1. Apakah Ibu pernah berkunjung ke negeri seribu bumbu?

2. Titipan Bu Sadino akan segera saya berikan pada Ibu hari ini.

3. Di pesta pernikahan Dimas dan Laras, hadir seorang ibu yang sangat misterius. Ketiga kalimat di atas menggunakan kata kekerabatan, yaitu Ibu.

Pada kalimat (1) kata ibu ditulis dengan huruf  Kapital, pada bagian awal karena sebagai kata sapaan. Pada kalimat (2) kata tersebut merupakan kata acuan, yakni kata yang digunakan untuk menyebut orang ketiga dan penulisannya diawali dengan huruf kapital.

pada kalimat (3) kata tersebut ditulis dengan huruf kecil karena murni sebagai kata kekerabatan. Kata tersebut jika diikuti dengan nama diri, maka ditulis dengan huruf kapital. Misalnya Bapak Widodo, Paman Karta, dan sebagainya Kata gelar biasanya digunakan untuk profesi maupun nama yang diikuti oleh gelar baik pendidikan maupun jabatan. Apabila diikuti oleh nama, maka penulisannya diawali dengan huruf kapital. Perhatikan contoh berikut!

1. Anak penjual bakso itu berhasil menjadi insinyur.

2. Kepada Bapak Camat, kami persilakan.

3. Anak-anak berangkat didampingi Bapak Kepala Sekolah.

4. Penelitian itu dipimpin oleh Profesor Khairani.

Menggunakan Kata Ganti Orang dalam Kalimat

Bacalah kembali wacana “Televisi Sekolah, Pasti Asyik Banget” dan perhatikan

kalimat berikut!

1. Mereka memelototi acara demi acara.

2. Dia bangga bisa mewawancarai orang terkenal, seperti Dhea Ananda dan Dwi Andika. Pada kalimat tersebut terdapat kata ganti orang, yaitu mereka dan dia. Mereka menunjuk pada kata ganti orang ketiga jamak. Adapun dia menunjuk pada kata ganti orang kedua tunggal. Apa pengertian kata ganti orang? Kata ganti orang atau pronomina persona adalah kata yang mengganti orang yang lebih dulu disebut. Kata ganti orang terdapat atas:

1. kata ganti orang pertama, yaitu kata ganti yang mengacu pada diri sendiri

2. kata ganti orang kedua, yaitu kata ganti yang mengacu pada orang yang diajak bicara

3. kata ganti orang ketiga, yaitu kata ganti yang mengacu pada orang yang dibicarakan.

Ketiga jenis kata ganti tersebut dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu yang mengacu pada makna tunggal dan mengacu pada makna jamak. Agar lebih jelas, perhatikan tabel berikut!

Jenis kata                                                                                            Makna

ganti orang                                                         Tunggal                                                Jamak

Pertama                                               Saya, aku, daku, ku-, -ku                                               kami, kita

Kedua                                                   Engkau, kamu,  Anda,                                   kalian, kamu(sekalian), dikau, kau-, -mu Anda (sekalian)

Ketiga                                                   Ia, dia, beliau, -nya                                         mereka, -nya

Menggunakan Kata Penghubung atau Kata Depan

1. Kata penghubung

Kata penghubung atau konjungsi merupakan kata yang digunakan untuk menghu-bungkan dua unsur kalimat. Misalnya, dan, tetapi, karena, sedangkan, jika, dengan, dan sebagainya.

2. Kata depan

Kata depan atau preposisi merupakan kata-kata yang terletak di muka kata benda dan menjadi bagian dari unsur keterangan di dalam kalimat. Misalnya, di, ke, dari, dalam, pada, dan sebagainya.

Membedakan Kalimat Baku dan Tidak Baku

Bahasa Indonesia mengenal dua macam ragam bahasa, yaitu lisan dan tulis. Ragam bahasa lisan digunakan dalam percakapan sehari-hari tanpa perlu memerhatikan kaidah yang berlaku atau baku. Sementara itu, ragam bahasa tulis digunakan dalam bentuk tulisan dan lebih lengkap unsur-unsur pembentuknya. Keduanya merupakan bahasa yang baik. Meskipun demikian, kamu perlu memerhatikan situasi dan kondisi penggunaannya.

Kata Ulang

1. Pengertian

Kata ulang adalah kata yang terdiri dari perulangan kata dasar.

Contoh:

kata kata-kata gerak gerak-gerik

senang senang-senang sayur sayur-mayur

tiba tiba-tiba lauk lauk-pauk

balik bolak-balik baik baik-baik

2. Kata dasar kata ulang

a. Berdasarkan bentuknya

1) Kata asal, misalnya, takut-takut, tiba-tiba, makan-makan, bolak-balik, gerak-gerik, dan  sebagainya.

2) Kata bersambungan, misalnya, makanan-makanan, berjalan-jalan, hulubalang-hulubalang, dan sebagainya.

b. Berdasarkan jenis katanya

1) Kata keadaan, misalnya, takut-takut, baik-baik, dan sebagainya.

2) Kata kerja, misalnya, makan-makan, minum-minum, tiba-tiba, dan sebagainya.

3) Kata benda, misalnya, hulubalang-hulubalang, makanan-makanan, baju-baju, dan sebagainya.

4) Kata bilangan, misalnya, satu-satu, sepuluh-sepuluh, dan sebagainya.

5) Kata ganti, misalnya, apa-apa, siapa-siapa, dan sebagainya.

3. Pengulangan kata dasar

Ada empat cara dalam mengulang kata dasar, yaitu sebagai berikut.

a. Mengulang seluruh kata dasarnya, contohnya:

takut takut-takut datang datang-datang

tiba tiba-tiba tanda tanda-tanda

b. Mengulang sebagian dari kata dasarnya, contohnya:

berjalan berjalan-jalan sama sesama

memukul memukul-mukul tangga tetangga

berlari berlari-lari berapa beberapa

c. Mengulang kata dasar sekaligus dengan afiksasi, contohnya:

malas bermalas-malas

tinggi setinggi-tingginya

pandai sepandai-pandainya

d. Mengulang kata dasar dengan perubahan, contohnya:

balik bolak-balik gerak gerak-gerik

sayur sayur-mayur mandir mondar-mandir

4. Arti perulangan

a. Menguatkan, misalnya,

1) Malam ini sunyi-senyap (amat sunyi).

2) Pesta di rumah terdengar hiruk-pikuk (sangat hiruk = ribut).

b. Kebanyakan, pada umumnya, selalu dalam keadaan, misalnya,

1) Pemain basket di tim itu tinggi-tinggi (pada umumnya tinggi).

2) Bayi di pemukiman itu sehat-sehat (kebanyakan sehat).

c. Agak atau sedikit, misalnya,

1) Bunga itu hampir layu, warnanya merah kecokelat-cokelatan (agak cokelat).

2) Akibat terjatuh dari pohon, anak itu berjalan terpincang-pincang (sedikit pincang).

d. Paling, bagaimanapun, …mungkin, misalnya,

1) Nilai agar dapat lulus UAN serendah-rendahnya 5,0 (paling rendah).

2) Potonglah sayuran itu sekecil-kecilnya (sekecil mungkin).

3) Sejahat-jahatnya manusia, suatu saat pasti akan bertobat (bagaimanapun jahatnya).

e. Berulang-ulang, misalnya,

1) Jangan berteriak-teriak di sini, mengganggu orang!

2) Adik mencari ibu sambil memanggil-manggil namanya.

f. Saling, misalnya,

1) bersalam-salaman

2) berpeluk-pelukan

g. Bermacam-macam, misalnya,

1) buah-buahan

2) lauk-pauk

3) sayur-mayur

h. Menyerupai, misalnya,

1) kuda-kudaan

2) anak-anakan

3) langit-langitan

i. Menyatakan jumlah, misalnya,

1) sedikit-sedikit

2) masing-masing

3) satu-satu

j. Selalu, misalnya,

1) Ibu membela-belai adik untuk menunjukkan kasih sayangnya.

2) Hatinya sedih karena setiap hari dimaki-maki oleh pamannya.

Kata Sandang

Kata sandang dipergunakan untuk menegaskan kata yang dilekati atau yang mengikutinya.

Pemakaian kata sandang adalah sebagai berikut.

1. Yang, sebagai kata sambung berfungsi:

a. menegaskan dan memberi ketentuan kepada kata benda, misalnya, yang lakilaki, yang perempuan,

b. membedakan, misalnya, yang hitam, yang panjang, yang tidur.

2. Si, biasanya digunakan di depan nama orang atau binatang yang kurang dihormati.

Contohnya: Si kancil, Si maman, Si buta, Si cebol, dan sebagainya.

3. Sang, untuk menyebutkan seseorang atau sesuatu yang dihormati. Contohnya:

sang raja, sang Pencipta, sang Merah Putih, sang prabu, dan sebagainya.

 

1. Bercerita dengan Baik

Apakah kamu senang bercerita? Apa saja yang sering kamu ceritakan? Banyak sekali hal yang dapat dijadikan bahan cerita. Kamu dapat bercerita tentang kegemaranmu, kegiatanmu sehari-hari, pengalamanmu, perasaanmu, atau seorang yang menjadi idolamu. Segala sesuatu yang kamu alami atau ketahui dapat dijadikan bahan cerita. Kepada siapa kamu sering bercerita? Kepada siapa pun kamu bercerita, pasti kamu ingin orang yang  kendengarkan ceritamu menjadi tertarik dan memerhatikan sampai selesai. Pernahkah kamu diacuhkan saat bercerita? Bagaimana rasanya? Kamu pasti merasa sedih dan kecewa karena tidak diperhatikan. Lalu bagaimana agar ceritamu terdengar menarik dan diperhatikan oleh orang lain? Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan cerita adalah sebagai berikut.

a. Suara

Suara merupakan modal utama dalam bercerita. Usahakan suaramu disesuaikan dengan pendengar dan ruangan yang ada.

b. Pelafalan dan artikulasi

Pelafalan setiap kata harus tepat dengan artikulasi yang sesuai sehingga cerita dapat ditangkap dengan jelas oleh pendengar.

c. Intonasi

Gunakan intonasi yang menarik. Sesekali berikan penekanan pada katakata tertentu saat ada pendengar yang terlihat bosan, gaduh, atau mengantuk.

d. Gerak dan mimik

Gerak dan ekspresi muka yang sesuai dengan apa yang diceritakan, membuat cerita terasa lebih menarik dan dapat mendukung penyampaian cerita.

Apabila kamu ingin berhasil dalam bercerita, maka lakukan hal-hal berikut.

a. Baca dan kuasai naskah asli cerita yang akan kamu ceritakan.

b. Berlatihlah menceritakan kembali cerita yang kamu baca.

c. Bersikaplah wajar dan tidak terlihat gugup saat bercerita.

d. Sikap yang tenang dapat mendukung kelancaran bercerita.

e. Gunakan pelafalan yang jelas.

f. Jangan tergesa-gesa.Gerak dan ekspresi muka yang sesuai dengan apa yang diceritakan, membuat cerita terasa lebih menarik dan dapat mendukung penyampaian cerita.

Apabila kamu ingin berhasil dalam bercerita, maka lakukan hal-hal berikut.

a. Baca dan kuasai naskah asli cerita yang akan kamu ceritakan.

b. Berlatihlah menceritakan kembali cerita yang kamu baca.

c. Bersikaplah wajar dan tidak terlihat gugup saat bercerita.

d. Sikap yang tenang dapat mendukung kelancaran bercerita.

e. Gunakan pelafalan yang jelas.

f. Jangan tergesa-gesa.

Menceritakan Tokoh Idola

Kamu pasti memiliki tokoh idola. Idola adalah tokoh yang dikagumi dan menjadi objek pemujaan. Pemujaan tersebut terkadang dilakukan secara luar biasa, berlebihan, cinta fanatik bahkan sering kali berubah menjadi obsesi. Seseorang dapat dijadikan sebagai tokoh idola. Tokoh idola sangat dipuja pengagumnya. Ia bisa

siapa saja, misalnya, pahlawan nasional, pemain musik, sastrawan, olahragawan, penyiar televisi, penyanyi, atau artis. Tokoh idola tidak selalu orang terkenal, orang biasa seperti guru, saudara, orang tua, atau sahabat dapat juga menjadi idola kamu. Tidak jarang, ada juga yang mempunyai idola tokoh imajinatif seperti Tweety, Donald Duck, Mickey Mouse, Guffi, Hello Kitty atau tokoh imajinatif lain. Setiap orang bebas memilih dan menentukan idolanya sendiri. Pada umumnya, tokoh idola adalah orang yang dikenal banyak orang, mempunyai keistimewaan, keunggulan, dan keunikan. Keistimewaan seseorang, misalnya, dapat berupa hal tertentu yang tidak atau jarang dimiliki oleh orang pada umumnya. 

Keunggulan seorang dapat diartikan juga dengan keahlian atau prestasi yang dicapai.

Beberapa hal yang biasanya membedakan seorang idola dengan orang lain adalah

a. dikagumi oleh banyak orang,

b. ahli di bidang tertentu,

c. berprestasi di bidangnya,

d. dapat menjadi teladan.

Apabila mengidolakan seseorang, kamu pasti ingin mengetahui segala sesuatu tentang orang tersebut. Seperti biodata pribadi yang meliputi nama, tanggal lahir, dan alamat serta data-data lain yang berhubungan dengan dia. Kamu dapat mengumpulkan dan mengoleksi artikel dan foto idola kamu tersebut. Artikel dan foto idola yang kamu kumpulkan dan koleksi tersebut dapat juga dibuat menjadi kliping. Bagaimana cara untuk mendapatkan informasi dan artikel seorang idola?

Setiap tokoh idola yang terkenal pasti mempunyai profil yang pernah ditayangkan atau dimuat dalam media massa. Kamu dapat mencari informasi, artikel, dan foto idola kamu dalam koran, majalah, tabloid, atau buku.

Apabila ada teman kamu yang mempunyai informasi tentang dia, kamu dapat saling bertukar informasi, artikel, atau foto dengannya. Jika kamu kenal dengannya, kamu dapat bertanya langsung kepadanya. Mencari informasi seorang idola bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi jika kamu berniat mengumpulkan, mengoleksi, dan membuat kliping tentangnya. Dibutuhkan kesabaran, keuletan, ketelatenan, kedisiplinan, dan kemungkinan juga biaya yang cukup mahal.

Siapakah tokoh idola kamu? Orang terkenal atau orang biasa? Apa saja yang kamu ketahui tentang dia? Apakah kamu juga sering mencari, mengumpulkan, dan mengoleksi informasi, artikel, atau fotonya? Seringkah kamu menceritakan tokoh idolamu itu kepada teman-teman? Apakah yang membuat kamu mengidolakan dia? Tokoh idola dapat memotivasi seseorang untuk menjadi lebih baik.

Mengetahui pokok-pokok berita dengan mudah

a. Pokok berita atau berita utama biasanya disampaikan di awal pembacaan berita. b. Pahamilah peristiwa yang terjadi, sebab peristiwa, tempat peristiwa, dan siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

c. Apa akibat dari peristiwa tersebut karena akan menjelaskan pokok berita.

d. Pendapat seseorang atau seorang ahli biasanya juga menjelaskan pokok berita

Apabila akan menulis kembali suatu berita, kamu tidak perlu menuliskannya sama persis seperti yang kamu baca atau kamu dengar. Kamu cukup menulis hal-hal yang penting saja.

Hal-hal tersebut, antara lain:

a. pokok atau inti berita,

b. kronologi berita,

c. orang-orang atau tempat yang menjadi berita,

d. informasi yang ada di dalam berita.

Memilih Pengalaman yang Berkesan

Bagaimanakah cara membuat orang lain terkesan dengan cerita pengalamanmu?

a. Ingat-ingatlah pengalamanmu yang menurutmu menarik dan tidak terlupakan, misalnya:

1) Pengalaman menggelikan

Pada waktu peringatan hari Kartini di sekolah, ada seorang teman yang kondenya terlepas dan menggelinding. Teman tersebut kemudian mengejar kondenya sambil menaikkan kain jaritnya.

2) Pengalaman konyol

Saat kamu berulang tahun, pamanmu memberikan hadiah berupa satu buah cabe yang dimasukkan dalam kardus besar dan dibungkus dengan rapi.

3) Pengalaman menyenangkan

Ketika ulangan bahasa Indonesia, kamu merasa tidak bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan, tetapi ketika hasil ulangan dibagikan kamu mendapat nilai bagus.

b. Memilih salah satu pengalaman yang menurutmu sangat menarik.

c. Kembangkanlah pengalamanmu menjadi cerita yang sangat menarik.

Mempersiapkan Pokok Pengalaman atau Isi Pembicaraan

Untuk menceritakan pengalaman, kita harus ingat betul urutannya, kalau perlu kita dapat menulisnya terlebih dahulu supaya tidak ada satu bagian cerita yang terlupakan. Terlebih jika bagian itu bagian yang paling mengesankan. Hal-hal yang harus ada:

a. bagian pembukaan atau kata pembuka,

b. bagian isi atau pokok pembicaraan,

c. bagian penutup.

1. Ciri-ciri pantun

Pantun memiliki ciri-ciri

a. mempunyai bait dan isi,

b. setiap bait terdiri atas baris-baris,

c. jumlah suku kata dalam tiap baris antara delapan sampai dua belas,

d. setiap bait terdiri atas dua bagian, yaitu sampiran dan isi.

Perhatikan contoh di bawah ini!

Pantun dua baris

Anjing hutan suka melolong (sampiran)

Jangan suka bicara bohong (isi)

Pintu diketuk ada tamu (sampiran)

Rajin membaca bertambah ilmu (isi)

Pantun empat baris

Desa sawah mulai menghijau

Di tengah ada pematang

sampiran

Apa arti bertindak maju

Kalau tanpa pemikiran matang

isi

e. Bersajak ab ab

2. Bentuk dan jenis pantun

Pantun yang sering dipakai adalah pantun dua baris dan empat baris. Bentuk pantun bermacam-macam, misalnya: pantun anak-anak, pantun jenaka, pantun suka cita, pantun kiasan, pantun nasehat, pantun duka cita, pantun budi pekerti, pantun agama, dan lain-lain.

Perhatikan contoh berikut!

Pantun anak

Enak nian buah belimbing

Mencari ke pulau sebrang

Main bola ada pembimbing

Binatang apa berhidung panjang?

 

Pantun jenaka

Orang mudik bawa barang

Pakai kain jatuh terguling

Kamu senang dilirik orang

Setelah sadar ternyata juling

Indah nian sinar mentari

Purnama datang tak berbelah

Melihat orang malas berlari

Ternyata sandal tinggi sebelah

 

Pantun sukacita

Gurih nian ikan gurami

Tambah nikmat dengan kacang

Alangkah senang hati kami

Panen raya telah datang

Pantun kiasan

Luas nian samudra raya

Pagi-pagi nelayan melaut

Tak berguna memberi si kaya

Bagai menebar garam di laut

 

Pantun nasihat

Jalan-jalan ke Semarang

Bawa bandeng tanpa duri

Belajar mulai sekarang

Untuk hidup kemudian hari

 

Pantun dukacita

Beras miskin disebut raskin

Yang mendapat tak semua

Aku ini anak miskin

Harta benda tak kupunya

 

Pantun budi pekerti

Siapa yang tak simpatik

Melihat bunga dahlia

Kulit putih berwajah cantik

Sudah ayu berhati mulia

 

Pantun agama

Minum susu di pagi hari

Tambah nikmat tambah cokelat

Pandai-pandai membawa diri

Siapa tahu kiamat sudah dekat

4. Pantun berbalas

Pantun berbalas adalah pantun yang dimainkan dua kelompok. Kelompok tersebut dapat dikembangkan menjadi kelompok “pro” dan “kontra” atau kelompok gadis dan kelompok jejaka.

Jumlah anggota per kelompok tiga sampai lima orang. Berbalas pantun dipimpin oleh seorang moderator yang bertugas untuk menengahi permainan. Setiap sesi berbalas pantun harus mempunyai tema. Urutan berbalas pantun terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup.

Rangkuman

1. Untuk mengetahui pokok-pokok berita dengan mudah, perhatikan hal berikut.

a. Pokok berita atau berita utama disampaikan di awal pembacaan berita.

b. Akibat dari peristiwa tersebut, akan menjelaskan pokok berita.

c. Pendapat seorang ahli juga menjelaskan pokok berita.

2. Pengalaman adalah peristiwa yang pernah kita alami dalam kehidupan. Dalam menceritakan suatu pengalaman, perhatikan urutan berikut!

a. Pembukaan atau kata pembuka.

b. Isi atau pembicaraan.

c. Bagian penutup.

3. Dongeng adalah cerita yang diceritakan dari mulut ke mulut, cerita dalam dongeng mempunyai pesan untuk mendidik kita dalam kehidupan sehari-hari.

4. Pantun adalah karya sastra Melayu yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

a. Mempunyai bait dan isi.

b. Setiap bait terdiri atas baris-baris.

c. Jumlah suku kata dalam baris antara delapan sampai dua belas.

d. Setiap bait terdiri atas sampiran dan isi.

e. Bersajak ab ab.

5. Pantun berbalas adalah pantun yang dimainkan oleh dua kelompok, antara kelompok pro dan kelompok kontra. Pantun tersebut dipimpin oleh seorang moderator untuk menengahi permainan berbalas pantun.

 

 

 

 

 

 

Latihan Ulangan

A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

1. Dalam tayangan suatu berita pasti ada pokok berita yang disampaikan. Pokok berita disampaikan di ….

a. awal                                                                                                  c. akhir

b. tengah                                                                                             d. awal dan akhir

2. Agar dapat mengetahui pokok berita dengan mudah, hal-hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut, kecuali ….

a. menentukan pokok berita atau berita utama                 b. memahami peristiwa yang terjadi

c. memahami apa akibat dari peristiwa tersebut                                d. menjelaskan pendapat seorang ahli

3. Berikut adalah cara membuat orang lain terkesan dengan cerita pengalamanmu, kecuali ….

a. mengingat pengalaman yang menurutmu menarik.   

b. ceritakan pengalamanmu langsung pada pokoknya.

c. memilih salah satu pengalaman yang menurutmu sangat menarik.

d. kembangkan pengalaman kamu menjadi cerita yang menarik.

4. Dalam menceritakan pengalaman tidak boleh ada satu bagian cerita yang terlupakan, terlebih jika bagian itu yang paling mengesankan. Berikut bagian-bagian yang harus ada, kecuali ….

a. pembukaan                                                                                   c. selingan

b. isi pembicaraan                                                                            d. penutup

5. Dalam berkomunikasi tentu kamu pernah menyampaikan kalimat menggunakan partikel -lah. Partikel -lah dipakai untuk ….

a. menegaskan bagian kalimat, menghaluskan permintaan dan menguatkan perintah

b. menegaskan bagian kalimat dan menguatkan perintah

c. menghaluskan permintaan, menguatkan permintaan

d. semua salah

6. Dongeng berguna untuk menghibur dan memberi manfaat khususnya bagi anakanak. Di bawah ini adalah unsur dongeng, kecuali ….

a. dongeng adalah cerita penuh khayalan                            

b. dongeng adalah cerita zaman sekarang

c. cerita dalam dongeng dapat berupa binatang, tanaman, atau manusia

d. membantu anak untuk berbahasa

7. Pantun memiliki ciri-ciri . Di bawah ini yang merupakan ciri-ciri pantun adalah ….

a. mempunyai bait dan isi, terdiri atas baris-baris, terdiri atas sampiran dan isi, bersajak ab ab

b. mempunyai bait dan isi, terdiri atas baris-baris, terdiri atas sampiran dan isi, bersajak aa bb.

c. mempunyai bait dan isi, bersajak abba, terdiri atas baris-baris, terdiri atas sampiran dan isi.

d. bersajak bbaa, mempunyai bait dan isi, terdiri atas baris-baris, terdiri atas sampiran dan isi.

8.            ikan mas hidup di kolam

diberi makan gadis kerempeng

tertawa terkekeh dari dalam

melihat anjing pakai topeng

Pantun di atas termasuk pantun ….

a. anak-anak                                                                                      c. kiasan

b. sukacita                                                                                           d. jenaka

9. Jumlah suku kata tiap baris dalam pantun adalah ….

a. delapan sampai dua belas                                                       c. enam sampai sepuluh

b. tujuh sampai dua belas                                                            d. sembilan sampai dua belas

10. Dalam pantun empat baris yang disebut sampiran terdapat pada baris ….

a. pertama dan kedua                                                                    c. kedua dan ketiga

b. pertama dan ketiga                                                                    d. keempat

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!

1. Bagaimana cara kamu memahami pokok berita dengan mudah, apa yang perlu diperhatikan?

2. Bagaimana cara kamu membuat orang lain terkesan oleh cerita pengalamanmu?

3. Dalam menceritakan sebuah pengalaman, bagian-bagian apa saja yang harus diperhatikan?

4. Apakah arti kata pantun?

5. Sebutkan ciri-ciri pantun!

Membaca dan Menemukan Makna Kata dalam Kamus

dampak = pengaruh yang sangat besar.

diskriminasi = perlakuan yang sifatnya membeda-bedakan.

gempa = Keadaan adanya guncangan atau gerakan pada bumi.

kaum = golongan

komponen = bagian yang merupakan satu kesatuan.

korban = hal yang berkenaan dengan seseorang tertimpa bencana.

musikal = yang berkenaan dengan musik.

organisir = hal ke pengurusan dalam organisasi.

peluang = kesempatan

solusi = penyelesaian masalah.

Menulis Buku Harian

Selama satu hari, sejak kamu bangun pagi hingga tidur lagi, pasti banyak pengalaman atau kejadian yang kamu alami. Pengalaman atau kejadian yang kamu alami tersebut beragam, dapat menggembirakan, mengharukan, mengecewakan, menggelikan, atau membosankan. Kejadian-kejadian yang kamu alami tersebut dapat kamu tulis dalam buku harian. Buku harian berisi tulisan pribadi. Kamu dapat menuliskan semua pengalaman dan peristiwa yang kamu alami dengan bebas. Kamu juga dapat mencurahkan semua pikiran dan perasaan. Perasaan senang, marah, sedih, sayang, jengkel, atau cinta dapat kamu tuliskan apa adanya secara jujur. Buku harian bersifat rahasia sehingga apa yang kamu tulis tidak akan diketahui oleh orang lain. Seseorang tidak boleh membaca buku harian orang lain tanpa seizin pemiliknya. Oleh karena itu, rahasia kamu akan terjaga aman. Tidak jarang kamu akan merasa lega setelah mencurahkan perasaan kamu dalam buku harian. Sebagai contoh, ketika kamu merasa jengkel kepada seseorang, kamu dapat mencurahkan kejengkelan tersebut dalam buku harian. Dengan mencurahkannya dalam buku harian, kamu akan merasa lega karena perasaan jengkel itu tersalurkan dan menjadi berkurang. Buku harian juga dapat membantu kamu menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan menulis semua pengalaman, kejadian, pikiran, dan perasaan yang dialami, kamu dapat mengambil hikmah dari semua itu dan dapat menjadi pelajaran untuk waktu yang akan datang. Selain itu, kamu juga dapat mengetahui kekurangan atau kesalahan yang kamu perbuat sehingga kamu pun belajar untuk memperbaikinya. Menulis buku harian sangat menyenangkan karena kamu dapat menuliskan dengan gaya bahasamu sendiri. Kamu tidak harus menggunakan kalimat yang baik, tetapi boleh menulis dengan menggunakan “bahasa gaul”. Penulisan buku harian sering menggunakan kalimat ekspresif. Kalimat ekspresif adalah kalimat yang mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan dan perasaan. Kalimat ekspresif merupakan kalimat yang spontan keluar dari pikiran dan perasaan yang dalam. Jika kamu menulis buku harian, cantumkan hal-hal berikut.

1. Tempat.

2. Waktu.

3. Peristiwa.

4. Perasaan yang dialami.

1. Berita adalah informasi tentang suatu peristiwa.

2. Hal-hal yang perlu dituliskan dalam pemberitaan, antara lain: pokok atau inti berita, kronologi berita, orang-orang atau tempat yang menjadi berita, informasi yang ada dalam berita tersebut.

3. Idola adalah tokoh yang dikagumi dan merupakan objek pemujaan.

4. Buku harian merupakan tulisan pribadi tentang pengalaman atau peristiwa yang dialami.

5. Kalimat ekspresif adalah kalimat yang mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan.

 

Latihan Ulangan

A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

1. Dalam menulis kembali berita, hal-hal yang harus ditulis kembali adalah sebagai berikut, kecuali ….

a. kronologi berita

b. pokok atau inti berita

c. pendapat kamu

d. orang-orang atau tempat yang menjadi berita

2. Apabila kamu bercerita di depan orang, hendaknya suara kamu harus ….

a. disesuaikan dengan pendengar dan ruangan

b. keras

c. bersemangat

d. lembut

3. Cara agar berhasil dalam bercerita adalah ….

a. banyak senyum c. bercerita dengan cepat

b. melawak d. bersikap tenang dan tidak gugup

4. Seseorang yang menjadi objek pemujaan disebut ….

a. idola                                                                                                  c. model

b. sahabat                                                                                           d. tokoh kartun

5. Apabila kamu menemukan kata-kata yang tidak kamu ketahui artinya, kamu dapat mencari arti kata tersebut di dalam ….

a. kartun                                                                                              c. kamus

b. komik                                                                                               d. kolom

6. Dia bersedih mendengar kabar tentang kepergian ayahnya.

Arti imbuhan ber- pada kata bersedih adalah ….

a. sedang melakukan pekerjaan c. menjadi

b. mempunyai d. mencari

7. Berdasarkan jenis kata, imbuhan ber- dapat berupa kata seperti di bawah ini, kecuali kata ….

a. ganti                                                                                                                 c. keterangan

b. kerja                                                                                                                 d. majemuk

8. Peristiwa dan pengalaman yang dialami oleh seseorang dapat ditulis dalam buku ….

a. harian                                                                                               c. pribadi

b. pelajaran                                                                                        d. catatan

9. Kalimat yang mampu mengungkapkan, gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan adalah pengertian dari kalimat ….

a. aktif                                                                                                  c. ekspresif

b. efektif                                                                                             d. berita

10. Perhatikan tulisan berikut!

Solo, 10 Mei 2007

Hari ini aku tidak masuk sekolah. Pagi tadi badanku panas sekali dan kepalaku seperti berputar-putar. Ibu lalu membawaku ke dokter. Kata dokter aku harus istirahat selama tiga hari. Sedih ya rasanya!

Tulisan tersebut merupakan contoh penulisan ….

a. kamus                                                                                              c. pantun

b. pengumuman                                                                              d. buku harian

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!

1. Sebutkan hal-hal yang harus ditulis dalam menulis kembali sebuah berita!

2. Apa saja yang harus diperhatikan dalam menyampaikan sebuah cerita?

3. Kata dasar imbuhan ber- dibedakan menjadi dua. Sebutkan berdasarkan jenis katanya!

4. Bagaimana cara mencari makna kata di dalam kamus?

5. Apa saja yang harus dicantumkan dalam menulis buku harian?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s